Friday, August 31, 2018

Pertanian Zaman Now



Indonesia Negara agraris adalah sebutan yang sering kita dengar waktu kita masih duduk di bangku sekolah. Julukan tentang kesuburan Tanah Air Indonesia juga terkenal dengan kata “Kayu dan Batu jadi Tanaman” ataupun “Gemah Ripah Loh Jinawi” dan masih banyak lagi sebutan-sebutan untuk mengutarakan kekayaan dan kesuburan tanah air kita Indonesia.



Namun pada kenyataanya kita belum bisa mencukupi kebutuhan komuditas pertanian di negeri sendiri. Seperti contohnya gula impor, beras impor, bawang impor dan masih banyak komuditas pertanian lainya yang masih menggantungkan suplay dari Negara lain. Lalu apa yang salah dengan sistem pertanian kita? Sedangkan lahan tersedia, pupuk melimpah ruah, iklim sangat mendukung, tenaga ahli dimana-mana dan masih banyak lagi kelebihan yang kita miliki yang tidak dimiliki bangsa lain.
Alasan semakin banyaknya pertumbuhan penduduk, semakin banyaknya kebutuhan bahan makanan pokok dan alih fungsi lahan pertanian menjadi area bangunan untuk hunian adalah alasan klasik yang masih kita dengar sampai saat ini. Apakah dengan alasan tesebut kita harus menyerah dan menggantungkan hidup pada Negara lain? Tentu jawabanya adalah tidak karena kita akan malu pada Ibu Pertiwi. Untuk itu mari kita bangkitkan pertanian Indonesia, kita jadikan Indonesia sebagai pengimpor bahan-bahan pertanian dan jadikan Indonesia sebagai Macan Asia.
Bertani atau bercocok tanam tidak memerlukan lahan yang luas dan modal yang besar. Mari kita mulai dengan lahan seadanya dan memanfaatkan barang-barang bekas yang ada di sekitar kita. Kalau di setiap rumah tangga dapat mencukupi kebutuhan sayur dan buah secara mandiri, maka secara otomatis kebutuhan sayur dan buah Nasional kita akan surplus dan kita akan dapat swasembada buah dan sayur bahkan dapat mengimpor buah dan sayur tersebut. Akhirya kita bisa berkata selamat tinggal impor dan mari tingkatkan ekspor.
“Semut Ijo” adalah suatu lembaga non profit yang bertujuan membantu para petani yang sudah senior atau bahkan pemula untuk dapat menjadikan lahan tepat guna dan meningkatkan hasil pertanian yang ramah lingkungan serta memperoleh benih dan bibit unggul serta memperoleh pasar yang pasti.

Lahan adalah suatu keniscayaan dalam dunia pertanian. Namun melalui “Semut Ijo” anda akan didampingi untuk bercocok tanam dengan sistem Hidroponik, Airoponik, Guyur Ponik dan lain sebagainya tanpa menggunakan media tanah. Hilangkan anggapan bahwa bertani itu kotor, bertani itu panas, bertani itu bau dan anggapan-anggapan miring lainya. Sekarang bertani dapat dilakukan dengan cara yang indah, bersih serta higenis dan tentunya mengandung nilai seni yang tinggi.
Sebagian orang mungkin masih beranggapan bahwa bertani memerlukan waktu yang lama untuk dapat memetik buahnya dan lebih suka membeli buah-buahan di pasar yang kelihatan segar dan lebih praktis namun mengandung bahan pengawet serta residu pestisida yang tidak diketahui. Namun melalui bimbingan dari “Semut Ijo” anda dapat memitik buah dan sayur setiap hari tanpa menggunakan bahan kimia dan terjamin kesehatanya.
Bagia anda yang mempunyai lahan tapi tidak memiliki waktu dan kemampuan untuk mengelolanya anda juga dapat bergabung dengan “Semut Ijo” pada program: Kemitraan Pisang, Kemitraan  Pamelo dan kemitraan tanaman lainya. Sedangkan anda yang ingin mendonasikan sebagian dana anda untuk membantu sekolah atau instansi dalam rangka reboisasi anda juga dapat bergabung dengan “Semut Ijo” pada program “Orang Tua Asuh Pohon”.
Beberapa produk buah-buahan yang sudah dikembangkan oleh “Sumut Ijo” dan sudah teruji dilapangan diantaranya adalah: Sawo Jumbo Cap semut Ijo 1 kg isi 2 buah, Kelapa Kopyur Cap Semut Ijo dapat berbuah dalam waktu 3 tahun dan menghasilkan kopyor lebih dari 60%, Pamelo Madu Cap Semut Ijo yang dapat berbuah dalam 1 tahun dan menghasilkan berat rata-rata 3 kg, Jambu Sukun Merah Cap Semut Ijo merupakan jambu merah yang minim biji berukuran besar dan dapat berbuah dalam jangka 1 tahun, Srikaya Ketan Cap Semut Ijo yang minim biji, daging buahnya pulen serta ukuran buah yang super besar yaitu 1 buah dapat mencapai berat 1 kg, selain itu juga ada apel putsa dan pir dataran rendah yang dapat berbuah lebat di iklim tropis serta masih banyak lagi produk-produk unggulan lainya.
Jangan bimbang dan jangan ragu lagi untuk menjadi petani yang moderen agar kita dapat swasembada pangan. Jangan biarkan sebutan negeri gemah ripah loh jinawi akan menjadi sejarah bagi anak cucu kita. Mari bergabung bersama “Semut Ijo” dan dapatkan inspirasi menarik seputar pertanian.


sumber

1 comment: