Wednesday, March 25, 2020

Mengenal Prion, Agen Infeksi Mematikan yang Lebih Kecil dari Virus

prion-720726Prion (proteinaceous infectious particles) adalah pembawa penyakit menular yang diketahui terdiri dari protein. Beberapa peneliti percaya bahwa prion hanya berisi protein tanpa asam nukleat, karena prion terlalu kecil untuk menampung asam nukleat dan karena prion tidak dapat dirusak oleh agen pencerna asam nukleat. Dia tahan terhadap semua prosedur yang bertujuan mengubah atau menghidrolisa asam nukleat termasuk ensim protease, sinar ultraviolet, radiasi dan berbagai zat kimia seperti deterjen, zat yang menimbulkan denaturasi protein seperti obat disinfektan atau pemanasan/perebusan. 
Penyakit yang disebabkan oleh prion disebut Transmissible Spongiform Encephalopathies (TSEs) merupakan penyakit yang menyerang susunan syaraf pusat dengan gejala histopatologik utama terbentuknya lubang-lubang kosong di dalam sel-sel otak, dapat menular kepada manusia dan menyebabkan penyakit yang dalam istilah kedokteran disebut Subacute Spongiform Encephalopathy (SSE). TSE dapat berakibat fatal pada manusia dan hewan. Yang termasuk TSE di antaranya penyakit kuru, scrapie, Creutzfeldt-Jakob disease (vCJD), dan bovine spongiform encephalopathy (BSE atau sapi gila). Semua penyakit ini menyerang otak atau sistem saraf lainnya, mematikan, dan belum dapat disembuhkan.

Daerah otak yang terinfeksi prion
Daerah otak yang terinfeksi prion
Yang mengherankan dari prion ini adalah dia memiliki kemampuan memperbanyak diri melalui mekanisme yang hingga saat ini belum diketahui. Sampai saat ini para ilmuwan masih melakukan penelitian tentang prion untuk mempelajari asal mula prion, bagaimana prion bereplikasi, dan bagaimana ia dapat menyebabkan penyakit.
Cara Penyebaran Penyakit Prion
  • Dari hewan ke hewan, melalui pemberian pakan hewan yang berasal dari hewan sakit (serbuk tulang, dll).
  • Hewan ke manusia, melalui makanan yang berasal dari hewan (sapi) yang sakit BSE, material medis & produk hewan seperti: enzim, kapsul, vaksin yang menggunakan biakan sel otak yang berasal dari hewan sakit.
  • Manusia ke Manusia, melalui jalur Iatrogenik seperti transplantasi kornea, penggunaan electrode pada EEG, alat-alat nekropsi terkontaminasi, hormon pituitary, dan transfusi.
Pencegahan Penyakit Prion
Pencegahan adalah cara terbaik bagi penyakit prion, karena hingga kini belum ada obatnya. Maka langkah-langkah yang perlu dipertimbangkan:
  1. Meminimalisasi resiko pada manusia akibat penggunaan produk & alat medis yang berasal dari sapi seperti: Seleksi sumber material dari sapi, penggunaan material dari sapi, kondisi pengumpulan material asal sapi dan besarnya material asal sapi yang digunakan, cara pemberian/penggunaan material asal sapi
  2. Meminimalisasi resiko pada manusia akibat penggunaan produk & alat medis yang berasal dari manusia seperti:
    1. Resiko transmisi dari CJD akibat penggunaan peralatan/ instrumen, hormon pituitary, dan durameter.
    2. Resiko transmisi dari CJD akibat penggunaan darah dan  produk darah.
    3. Resiko transmisi dari CJD akibat konsumsi produk makanan yang berasal dari hewan sapi/ruminansia seperti:
      1. Keamanan susu
      2. Resiko kejadian BSE/Prion pada Domba
      3. Penggunaan gelatin pada rantai makanan
Sumber:

No comments:

Post a Comment