Monday, December 17, 2018

Bioteknologi Kedokteran Dan Contohnya

Bioteknologi Kedokteran umumnya menggunakan penerapan bioteknologi konvensional dan modern yang sudah membawa kemajuan pesat. Dalam bidang Kedokteran, bioteknologi ini banyak di pakai untuk menyembuhkan penyakit entah itu di Rumah Sakit maupun di tempat Praktek umum dokter. Para Dokter di indonesia banyak yang menggunakan bioteknologi modern dalam bidang kedokteran nya.
Untuk mengetahui lebih jelas apa itu bioteknologi modern baca disini : Pengertian Bioteknologi Modern

Bioteknologi Kedokteran


Di bawah ini akan saya berikan beberapa contoh penerapan bioteknologi modern di bidang kedokteran. Dibaca dengan teliti contohnya:

Bioteknologi Kedokteran Modern


1. Pembuatan Hormon Insulin


Bioteknologi Kedokteran
Pembuatan hormon insulin ini dibuat dengan proses merekayasa genetika. Dengan merekayasa genetika, manusia sukses  menyisipkan bakteri Escherichia coli atau sering disebut E.coli dengan gen pembentuk insulin pada tubuh manusia. Gen penghasil insulin pada tubuh manusia ini dapat mengarahkan sel E.coli untuk menciptakan insulin yang di inginkan.

Dengan demikian bakteri ini dapat membentuk insulin yang mirip dengan insulin di tubuh kita. Insulin yang dihasilkan dari bakteri tersebut dapat digunakan untuk mengobati penyakit diabetes. Insulin yang diciptakan dari bakteri ini terbukti lebih bagus hasilnya daripada insulin hewani. Lebih hebatnya lagi insulin ini tidak menimbulkan efek  negatif pada tubuh manusia.


2 .Terapi Gen
Terapi Gen adalah pengobatan penyakit pada tubuh manusia yang disebabkan karena kelainan genetik dengan cara menyisipkan gen yang normal.


3. Antibodi Monoklonal
Antibodi merupakan protein yang dibentuk oleh sistem kekebalan tubuh dengan fungsi melawan dan melindungi tubuh dari infeksi bakteri atau virus. Melalui proses rekayasa genetika, manusia dapat menciptakan antibodi monoklonal. Arti dari Antibodi monoklonal adalah antibodi yang didapat dari penggabungan sel-sel penghasil antibodi dengan sel yang terkena virus atau penyakit. Pada teknologi antibodi monoklonal ini digunakan sel-sel tumor dan sel-sel limpa pada tubuh manusia.

Sel tumor yang dapat memperbanyak diri tanpa henti, sedangkan sel limpa sebagai antigen yang dapat menghasilkan antibodi. Hasil dari penggabungan sel tumor dan sel limpa ini dinamakan dengan sel hibridoma. Sel hibridoma ini dapat memproduksi antibodi secara kontinyu atau berulang. Antibodi yang dihasilkan dari sel hibridoma dapat digunakan untuk mengobati penderita kanker atau tumor. Antibodi ini akan langsung menyerang sel kanker dan sel tumor tanpa merusak sel-sel dalam tubuh yang sehat.

4. Pembuatan Vaksin
Pembuatan vaksin ini dilakukan melalui proses rekayasa genetika. Vaksin diciptakan dengan mengisolasi gen yang mengkode antigen dari mikrobia yang masih bersangkutan. Gen tersebut disisipkan pada plasmid yang sejenis  tetapi telah dilemahkan. Mikrobia yang sudah disisipi gen tersebut akan membentuk antigen yang murni. Jika antigen ini sudah disuntikkan pada tubuh manusia, maka sistem kekebalan tubuh manusia akan membentuk antibodi yang berfungsi melawan antigen yang telah masuk ke dalam tubuh.

5. Interferon
Arti dari Interferon adalah sel yang berada di tubuh manusia yang dapat menghasilkan senyawa kimia. Senyawa kimia tersebut dapat menyerang dan membunuh virus penyakit. Interferon ini berfungsi untuk melawan infeksi dan meningkatkan sistem kekebalan pada tubuh. Produksi interferon dilakukan melalui rekayasa genetik.

Bioteknologi Kedokteran



Bioteknologi Kedokteran Konvensional


Dalam bioteknologi kedokteran selain menggunakan bioteknologi modern ada juga produk bioteknologi konvensional yang digunakan yaitu antibiotik. Antibiotik adalah zat kimia yang diciptakan oleh mikroorganisme terutama jamur dan bakteri yang dapat menghambat pertumbuhan dan membunuh bakteri atau mikroorganisme yang lain. Dengan demikian, antibiotik ini digunakan untuk melawan infeksi jamur atau bakteri.

Selain itu, ada juga vaksin yang diciptakan dengan menerapkan bioteknologi konvensional. Pembuatan vaksin jenis ini tidak melalui proses rekayasa genetika. Vaksin ini dibuat dari mikroorganisme yang telah dilemahkan. Vaksin ini dimasukkan didalam tubuh manusia dengan cara disuntikkan. Dengan demikian, sistem kekebalan tubuh manusia akan aktif melawan mikroorganisme tersebut.
Jika sobat ingin tau lebih jelas tentang bioteknologi konvensional bisa baca disini : Pengertian Bioteknologi Konvensional

Semoga penjelasan saya di atas bisa dipahami, terimakasih atas kunjungan sobat.


sumber

No comments:

Post a Comment