Monday, December 30, 2019

6 Jenis Singkong Ini Bisa Diolah Jadi Menu Maknyuss

ISTIMEWA

JAKARTA, JITUNEWS.COM
-Menikmati secangkir kopi ataupun teh tentu terasa lengkap dengan hadirnya singkong goreng ataupun rebus. Salah satu bahan makanan khas tradisional Indonesia yang awalnya dibawa oleh bangsa Portugis ke Tanah Air ini, meski dari luar tampak serupa, tapi sebenarnya singkong memiliki varietas atau jenis-jenis yang berbeda. Berikut adalah beberapa jenis singkong yang patut diketahui : 

1.    Singkong Manggu 
Singkong Manggu merupakan singkong asal Jawa Barat yang sudah dikenal sejak lama. Singkong Manggu berukuran kecil dengan hasil panen 75-100 ton/hektar dan berdiameter batang 4-5cm.  Umbi kayu yang satu ini merupakan jenis singkong yang dapat dikonsumsi karena memiliki rasa yang enak, manis dan bisa diolah menjadi aneka macam makanan seperti Brownis Singkong, Keripik Singkong, Getuk, Gaplek, Opak, Gorengan Combro/Misro, Tape, Singkong Goreng, Singkong Bakar, Singkong Rebus, Kerupuk Kulit Singkong, hingga tepung Mocaf. Selain bebas racun, singkong Manggu juga mudah ditanam, mudah dikupas, dagingnya empuk dan renyah serta memiliki kadar pati tinggi. Singkong manggu ini dapat dipanen sejak umur 7 bulan dengan hasil rata-rata 5-7 kg umbi per batang.
2.    Singkong Gajah 
Seperti namanya, singkong asal Kalimantan Timur ini memang memiliki umbi yang besar, dengan diameter 8 cm. Bahkan bisa sampai ukuran paha orang dewasa, dengan hasil panen 150-200 ton/hektar. Ketela yang satu ini dapat dikonsumsi dan memiliki rasa gurih seperti mengandung mentega sehingga dapat diolah menjadi Kripik Singkong, Opak, serta untuk bahan industry, yakni dijadikan tepung hingga bahan baku Bioetanol. Keunggulan dari Singkong Gajah ini memiliki umbi yang berat, mudah ditanam, dapat langsung dikonsumsi sebagai bahan makanan pengganti beras dengan rasa ketan, dan umur panennya 6 hingga 10 bulan dengan hasil panen hingga 80kg.
3.    Singkong Mentega 
Singkong Kuning atau biasanya disebut dengan Singkong Mentega ini memiliki tekstur lebih kenyal dan legit serta warna yang kuning. Hasil masakan yang dibuat dengan singkong ini memiliki warna yang cantik dan menggugah selera. Singkong jenis ini dapat diolah menjadi berbagai menu seperti Cake Singkong, Pizza Singkong hingga Kue Mata Roda. Selain itu, singkong kuning sering dibuat menjadi Tape Singkong dengan rasa yang manis dan warna kuning yang cantik. Masa panen Singkong Mentega ini yakni pada umur 13 bulan.
4.    Singkong Putih 
Singkong putih memiliki tekstur lebih keras dan warna yang putih. Singkong ini cocok untuk aneka resep yang menggunakan teknik rebus, atau kukus seperti Kolak Singkong, Singkong Thailand, Sup Singkong Daging, dan lain sebagainya. Singkon putih ini baru bisa dipanen untuk dikonsumsi setelah umur 9 bulan dengan hasil umbi 2-3kg per batang.
5.    Singkong Mukibat
Singkong mukibat berasal dari Jawa Timur yang ditemukan oleh seorang petani di desa Ngadiluwih Kediri yang bernama Mukibat. Singkong Mukibat bukan hasil dari benih perkawinan silang melainkan hasil dari okulasi atau penyambungan antar batang. Mukibat pertama kali membudidayakan singkong ini dengan cara menyambung singkong biasa dengan singkong karet. Umbi singkong mukibat biasanya diambil patinya, untuk diolah sebagai bioetanol, yaitu bahan bakar yang berasal dari tanaman. Masa panen untuk Singkong Mukibat ini yakni pada umur 13 bulan dengan hasil mencapai 50 kg dalam satu pohon batang ubi.
6.    Singkong Emas 
Tanaman ini merupakan rekayasa bibit singkong dari Thailand yang dikawinkan dengan singkong karet lokal. Umbi ini pertama kali diperkenalkan di Bengkulu dan ditanam oleh petani Bengkulu. Bila ditanam pada 1 hektar lahan maka umbi ini dapat menghasilkan lebih dari 150 ton sampai 300 ton ubi. Masa panen Singkong Emas ini yakni pada umur 7 bulan. Ubi singkong emas ini dapat diolah pabrikasi menjadi berbagai produk jadi seperti Tepung Terigu, Alkohol, Minyak Kompor, Spirtus, Bahan Pembuat Jamu hingga Pakan Ternak.

No comments:

Post a Comment